Kamis, 25 Desember 2014

ini cerpen pertamaku :D




DREAM CATCHER
Hujan turun begitu saja di sekolah menengah pertamaku ini,hari ini aku berjalan di lorong sekolah menuju kantin bersama dua orang temanku nadia dan zera. Mereka adalah dua sahabatku sejak aku duduk di bangku kelas 7 dan kami sekarang sudah berada di kelas 8.
“pian,waktu itu kan kamu menanyakan tentang hadiah ulang tahun yang paling menarik kan ?” tanya nadia padaku
“hmm,tapi aku sudah menenmukannya” jawabku padaa temanku yang bermata sipit dan berwajah bulat ini yang sedang menemaniku berjalan.
“apa itu?” sambung zera bertanya
“coba pikirkan,apa itu? Kalau sudah menemukan jawabannya aku di perpus” aku berjalan mendahului mereka berdua.mereka sungguh benar benar lamban.. akupun duduk di bangku perpus dan membaca buku horor kesukaanku goosebumps edisi bergaya sebelum mati. Tiba tiba ada seorang pria yang duduk di sebelahku aku menoleh ke arahnya
“baca saja bukumu,jangan memandangiku seperti itu” kata lian padaku.
Aku rasa jantungku seperti terisi bom yang meledak di dalamnya,keringat mengalir turun begitu saja dari wajahku. Padangan ku tidak fokos lagi pada buku yang sedang ku pegang. Aku hanya merasakan hal itu sekarang. Kuberanikan diri berbicara padanya
“lian,ini  kan jam pelajaran. Kenapa kamu ada disini?” tanyaku padanya yang sedang memandangi serius bukunya
“kalau aku disini kenapa km juga disini ?” diapun berbalik tanya padaku
“aku hanya malas dikelas tidak ada peajaran,masih baik kan kesini daripada teman temanku berbalanja di kantin” ucapku pada lian dengan nadaku yang sedikit menyingung
“tapi kamu tidak ada bedanya dengan mereka sama sama berada di kelas bodoh” diapun langsung pergi meninggalkanku.
“lian?” teriakku
“kenapa?” jawabnya ketus dari pintu perpus dan ia pun langsung menoleh
“selamat ulang tahun” tanpa reaksi apapun dia langsung pergi begitu saja seperti yang sering ia lakukan.bahkan ia pergi tanpa terucap rasa terimakasih.aku kembali ke kelasku dengan perasaan sedih tiba tiba di dalam kelas begitu ramai membicarakan ku ternyata terlihat zera dan nadia yang sedang membaca buku harianku
“apa yang kalian lakukan?” teriakku dari pintu kelasku ku langkahkan kakiku menuju nadia dan zera
“ternyata? Kamu suka sam lian? Jadi kado ulang tahun itu untuk dia?” tanya nadia padaku
“darimana kamu dapatkan buku ini” aku pun berbalik tanya
“kamu menaruhnya di sembarang,sudah tau barang pribadi. Kita menemukannya di loker mejamu” jawab zera
“ nadia,aku mohon jangan beri tau kakakmu.. aku tau kakakmu sangat menyukai lian”
“aku tidak akan ikut campur dalam masalah ini” kata nadia
“terimakasih”
Aku duduk untuk menenangkan diriku “pi,lalu apa isi kado untuk lian?” tanya zera penasaran
“tidak ada” jawabku
Aku berniat untuk memberikan kado ulang tahun yang sudah kubeli untuknya. Tapi aku takut dia tidak mau menerimanya. tapi aku berusaha untuk menghilangkan pikiran yang seperti itu. Tiba tiba dia terlintas di depan kelasku. Aku berlari ke arahnya
“lian,tunggu” diapun menghentikan langkahnya
“Sesulit itukah untukmu mengucapkan terimakasih. Apa kamu tau apa yang lebih penting daripada uang? Ketulusan . setidaknya aku memberitahumu agar kamu tau bagaimana prinsip hidup”
“aku tidak memintamu untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukku kan!” suarnya terlihat jelas kudengar
“aku mengerti,ini untukmu” dia menerima hadiah itu dan itu membuatku senang
“terimakaih,tapi aku tidak membutuhkannya” dia mengembalikannya padaku dan ia pergi meninggalkanku apa hanya itu yang bisa ia lakukan. Mengatakan hal yang tidak aku suka lalu ia pergi tanpa mengucapkan kata maaf
“aku gak nyangka ya!! Ternyata anda membohongi saya selama ini” ternyata kak Dera menghampiriku karna mungkin dia tau aku menyukai seseorang yang dia suka diam diam. Aku memang salah tapi aku sudah mencoba untuk berhenti tapi aku tidak bisa
“tidak peduli apa yang ada dipikiran kakak. Walaupun ini tidak mudah tapi aku berusaha untukk berhenti menyukai dia” aku pergi meninggalkannya dan tidak semua orang melihat ke arahku.. karna saat ini aku tidak berfikir tentang rasa malu aku hanya bisa berfikir  saat ini kenapa aku menyukai seseorang egois,sombong seperti dia.aku berjalankembali ke kelasku
“pian sudah jangan menangis” dua sahabatku ini menghiburku
“berhentilah menyukai seseorang yang tidak menyukaimu karna selama kamu menyukainya kamu akan berada di jalan penderitaan” ucap zera
“benar,seharusnya jika kamu menyukai seseorang jangan terlalu berharap dia juga menyukaimu. Berharaplah kamu bisa melihatnya setiap saat “ sambung nadia
“aku tidak menangis aku hanya merasa tertekan. Apalagi besok kan aku akan pindah jadi akan lebih mudah kan” kataku
“ apa kamu harus ikut ayahmu pergi ke luar kota tidak bisakah kamu pindah setelah kamu lulus?” tanya nadia
“ini karna pekerjaan ayahku,jadi aku tidak bisa menghentikannya”
“lalu akan kamu apakan hadiah ualang tahun itu” ucap zera
“aku tidak tau”
Bel pulang berdering tanda bahwa pelajaran hari ini sudah berakhir.. ini hari terakhir aku berada di sekolah ini. Aku berjalan di lorong depan kelasku
“Maaf tadi aku membuatmu malu” kata seseorang di belakangku aku menoleh begitu saja karna aku tau itu adalah suara seseorang yang ku kenal
“aku dengar kamu akan pindah?” tanya lian padaku sambil menunjukkan senyumnya
“benar,tidakkah kamu merasa bersedih” aku berbalik tersenyum pada lian
“hmm,karna kamu sudah menjadi temanku dari kecil. aku merasah sedih sekali” dia terlihat selalu tersenyum hari ini
“kamu kembali seperti dulu”ucapku
“lian,tidak bisakah kamu teriman ini sebagai hadiah ulang tahun terakhir?” lanjutku
“baiklah,karna kamu akan segera pergi. Aku akan menerimanya” jawabnya sambil menjulurkan tangannya
“ ada saat diamana kamu terlihat dingin dan tidak”
“karna aku takut kamu tau kalau aku menyukaimu” aku tidak percaya jika hal seperti itu akan terjadi seperti mimpiku semalam. Apakah ini mimpi? Aku benar benar mendengar suaru lian dengan jelas
“apa kamu tau apa isi hadiah itu?” aku membuatnya penasaran
“apa?”
“Dream catcher,untuk membuat mimpimu jadi indah seperti mimpiku hari ini” jelasku
“benarkah?”
“sungguh,hanya mimpi indah saja yang akan ada di dalamnya” jelaku
“baiklah, aku akan menggantungnya di jendela kamarku!”
Kamipun berjalan di lorong ini dengan dream catcher dan kami kembali ke tempat kami berada seperti dulu masa kecil kami berteman hingga akhir
*selesai




Tidak ada komentar:

Posting Komentar